Cara Mudah Agar Blog Kita Terindeks Google, Bing dan Yahoo

Halo guys, kali ini saya akan berbagi bagaimana cara agar dapat mengetahui bahwa blog kita sudah terindeks Google, Bing dan Yahoo. Hal yang saya bagikan ini hanyalah beberapa hal mendasar yang harus kita pahami. Kemudian ketika kita sudah mengetahui dasar-dasarnya, temen-temen bisa eksplor lebih dalam lagi supaya optimasi SEO yang lebih baik. Ok langsung saja menuju ke inti pembahasan yaa. Cekidooot!

Optimasi SEO di Google dengan menggunakan Google Search Console

Silahkan buka www.blogger.com. Kemudian pilih Setelan>Preferensi Penelusuran>Google Search Console>Edit.



Kemudian teman-teman akan ditampilkan dengan format Google Search Console dengan format lama, silahkan klik Tampilan Google Search Console Baru agar dapat menghasilkan format yang lebih relevan.


Silahkan tambahkan properti baru dengan memasukan link blog teman-teman sekalian.


Kemudian silahkan klik Inspeksi URL dan masukan link postingan teman-teman untuk mengetahui apakah postingan tersebut telah terindeks Google atau belum.





Secara umum Google Search Console juga berfungsi untuk mengetahui bagaimana kinerja blog teman-teman dalam jarak waktu tertentu. Teman-teman juga bisa mengetahui hal apa yang sering dikunjungi di blog atau ada beberapa kerusakan atau eror yang mengakibatkan blog teman-teman sekalian tidak terindeks di Google. Selamat mencoba!.
Share:

Resensi Novel Sunset Bersama Rosie Karya Tere Liye



Identitas Buku
Judul Novel : Sunset Bersama Rosie
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Mahaka Publishing
Halaman : 426
Cetakan kelima : April 2013

Sampul Buku

                            

Sinopsis Novel
            Novel yang berjudul Sunset Bersama Rosie karya Tere Liye ini adalah novel yang mengisahkan tentang romansa cinta segitiga antara Tegar, Rosie dan Sekar. Uniknya dalam novel ini penulis menggunakan nama-nama bunga dalam beberapa tokohnya seperti Lili, Anggrek, Sakura, Jasmine yang merupakan anak dari Rosie dan Nathan. Kisah ini sangat menarik karena tidak hanya menceritakan tentang raomansa percintaan saja tetapi juga tentang persahabatan, kesetiaan, komitmen, tanggung jawab, kesedihan dan kebahagiaan.

            Novel ini diawali tentang kehidupan Rosie dan suaminya Nathan, mereka memiliki anak yang bernama Anggrek, Sakura, Jasmine dan Lili. Nathan dan Rosie memiliki sahabat dekat yang bernama Tegar. Nathan bersahabat dengan Tegar sejak semasa kuliah sedangkan Rosie bersahabat dengan Tegar semenjak kecil. Dahulu pada saat liburan kuliah tiba, mereka bertiga memutuskan untuk mendaki Gunung Rinjani. Ini adalah momen dimana Tegar ingin mengungkapkan rasa cintanya kepada Rosie yang telah ia pendam selama 20 tahun. Beberapa saat sebelum mencapai puncak Tegar membiarkan Nathan dan Rosie mendaki terlebih dahulu sedangkan Tegar masih mengambil air sejenak di sumber air. Setelah Tegar mendaki ke puncak, ia terkejut mendengar ucapan Nathan yang mengungkapkan cintanya kepada Rosie terlebih dahulu. Tegar pun hancur, hal yang ia rencanakan kini telah sirna. Tanpa sepengetahuan Nathan dan Rosie, Tegar langsung turun tidak sanggup menyaksikan hal tersebut terjadi.

            Rosie dan Nathan memutuskan  untuk menikah, sedangkan Tegar menghilang dari kehidupan mereka dalam beberapa tahun. 6 tahun kemudian Rosie dan Nathan berhasil menemukan kediaman Tegar di Jakarta ia pun langsung mengunjunginya di Jakarta. Tegar yang terkejut melihat mereka sekeluarga datang ke apartemennya hingga tak dapat berkata apa-apa. Kenangan pahit selama 6 tahun lalu kini teringat kembali. Rosie memiliki anak yang bernama Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili. Anak-anak Rosie sangat menyayangi pamannya Tegar. Namun, Tegar kini telah mempunyai hidupnya yang baru, ia akan melupakan cintanya yang ia pendam selama 20 tahun itu dan akan menumbuhkan cinta yang baru. Iya minggu ini Tegar akan bertunangan dengan Sekar. Ia mencintai Sekar dengan pemahaman cinta yang baru. 

            Besok adalah hari dimana Nathan dan Rosie merayakan 13 tahun pernikahannya, ia bersama keluarga hadir dalam perayaan tersebut. Semua tampak haru dengan perayaan pernikahan tersebut. Kemudian Anak-anak Rosie menelepon lewat video online paman mereka yaitu paman Tegar untuk ikut berbicara dalam perayaan tersebut. Anak-anak pun berebut agar bisa menampakkan wajah mereka di kamera itu. Acara tersebut semakin haru ketika Sakura datang membawa beberapa kuntum bunga Mawar berwarna biru atas inisiatif paman Tegar. Semua tertawa, senang dan bahagia. Dikala sedang asyik mengobrol dengan paman mereka sesuatu hal terjadi hingga mampu merubah semuanya. Duaaarrrrrrr!!!! Bom di hotel tersebut meledak bergantian. Benar sekali. Rosie, Nathan dan Tegar merayakan hari jadi pernikahan itu pada saat peristiwa bom Bali itu terjadi. Semua terkejut, semua panik, semua hancur, berantakan, porak-poranda. Nathan berusaha melindungi anak-anaknya, Sakura terpental. Tiba-tiba kursi melayang kearah Nathan dan membentur kepalanya. Kamera video online itu terputus.

            Tegar panik, ia tak bisa diam. Saat itu juga ia memesan pesawat dan langsung menuju Bali untuk melihat kondisi Rosie, Nathan dan anak-anak mereka. Tegar pun rela mengabaikan hari pertunangannya esok, dan pergi ke Bali untuk memeriksa keadaan mereka. 4 jam kemudian ia sampai di Rumah Sakit dimana mereka di rawat. Rosie, Anggrek, Jasmine, dan Lili selamat dan hanya luka ringan. Sakura mengalami patah tulang dan sedang koma. Nathan, dia meninggal. Keesokan harinya Nathan dikebumikan di Gili Meno, Lombok tempat dimana ia dilahirkan. Anggrek, Sakura, Jasmine dan Lili kembali ke Resor Ibunya di Gili Terawangan. Sakura masih koma di rumah sakit Bali. Lalu bagaimana perasaan Rosie akan kepergian Nathan?.

            Ia bersedih, saking sedihnya hingga ia sampai kalap. Ia sempat mencoba bunuh diri, dan beberapa kali berubah menjadi setres membanting barang-barang, mengobrak-abrik ruangan hingga memukul anaknya sendiri. Melihat kondisi Rosie yang memburuk, Tegar pun memutuskan membawa Rosie ke Psikoterapi dokter Ayasa di Bali. Lalu bagaimana dengan pertunangan Tegar dan Sekar? keesokan harinya sekar menelepon Tegar yang sedang berada di Bali. Sekar mengingatkan Tegar akan pertunangan mereka. Tegar berkata ia tidak bisa bertunangan dengan Sekar hari itu, tapi Tegar berjanji akan menikahinya minggu depan. Melihat hal tersebut, Sekar tidak senang. Sekar tau kalau Rosie masih menjadi wanita idaman Tegar. Namun, Sekar tetap bersabar dan menunggu minggu depan. Melihat kondisi Rosie yang tak kunjung membaik dari Depresinya, membuat Tegar tak mampu meninggalkan anak-anak Rosie di Resor. Akhirnya Tegar menelepon Sekar bahwa ia tidak bisa bertunangan minggu depan atau mungkin dalam jangka waktu beberapa bulan. Tegar harus benar-benar menjaga anak-anak hingga Rosie benar-benar sembuh dari penyakitnya. Sekar semakin tak senang, walaupun Tegar telah berjanji akan menikahinya di waktu yang tepat nanti. Namun, Sekar tetap cemburu karena ia tahu dulu Tegar pernah menyimpan rasa terhadap Rosie.

            Selama dua tahun sudah Tegar berada di Resor Rosie, ia tidak bisa meninggalkan anak-anak setelah hal-hal berat terjadi kepada mereka mulai dari ayahnya yang meninggal dan ibunya yang depresi. Kini Tegar tidak hanya berperan sebagai Paman, tetapi juga sebagai Ayah, Ibu, Kakak, teman, supir dan lain-lain untuk anak-anak Rosie. Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili sangat dan amat menyayangi paman mereka itu, Tegar. Selama dua tahun juga lah ia sudah tak berbicara lagi dengan Sekar. Sekar selalu merasa tidak nyaman ditelepon, dan akhirnya Tegar tak pernah meneleponnya lagi selama itu. Rosie kini telah membaik dan sudah bisa pulang ke resor bersama anak-anaknya. Tegar juga memutuskan untuk bekerja dan tinggal di Resor Rosie  Gili Terawangan.

            Pada saat Tegar di Jakarta menyaksikan Sakura yang tampil memainkan biola di sebuah acara. Linda teman Sekar memaksa untuk menemui Tegar saat itu juga. Ia mengabari Tegar bahwa besok Sekar akan bertunangan. Bahwa Sekar akan bertunangan kepada orang yang sebenarnnya ia tidak cintai sama sekali. Karena selama dua tahun itu Sekar masih menyimpan cintanya untuk Tegar. Hati Tegar merasa bersalah, selama ini Sekar masih mencintainya, dan begitu juga dengan Tegar, ia mencintai Sekar dengan sepenuh hati. Pada saat itu juga Tegar langsung ke rumah Sekar dan memintanya untuk membatalkan pertunangan itu. Kemudian Tegar berjanji akan menikahi Sekar minggu depan setelah ia menjelaskan kepada Rosie dan anak-anak  terlebih dahulu.

            Lusa, ia menjelaskan kepada Rosie dan anak-anak. Mereka sedih, karena akan ditinggal oleh sosok paman yang begitu menyayangi mereka. Tapi apapun yang terjadi, Tegar harus kembali ke Jakarta melangsungkan pernikahan itu. Namun, tidak disangka-sangka selama ini Rosie ternyata juga mencintai Tegar tanpa sepengetahuan Tegar. Cinta Tegar kepada Rosie yang begitu besar membuat cinta Rosie tak begitu nampak pada Tegar. Kini Tegar menyadari semua itu, namun apa daya ia telah berjanji menikahi Sekar minggu ini dan tidak mau mengecewakannya lagi untuk kedua kalinya.

            Tibalah pernikahan tersebut, Tegar datang beriringan bersama Sekar meunju ruangan. Namun, tampak disana Rosie bersama anak-anaknya ikut hadir dalam acara pernikahan tersebut dengan wajah yang murung dan tertunduk. Disaat itu Lili datang menghampiri pamannya Tegar dan mengatakan bahwa ia ingin memanggil pamannya itu dengan sebutan Ayah. Rosie langsung mengambil Lili dan menariknya dengan wajah setengah bersedih. Sekar tak leluasa menahan sedih dan pada akhirnya Tegar menikah dengan Rosie sebagai ujung dari lika liku percintaannya.

Resensi Novel
            Novel ini sangat menarik dibaca karena mencerminkan fenomena kehidupan para remaja yang sering terjadi yaitu cinta segitiga. Dengan alur cerita maju mundur membuat cerita dalam novel ini semakin menarik. Pengarang pun mengemas konflik dengan ciamik sehingga jalan cerita sulit ditebak. Bahasa yang digunakan juga bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Uniknya lagi, beberapa tokoh yang ada dalam novel ini menggunakan nama-nama bunga seperti Anggrek, Sakura, Jasmine, Lili dan Rosie.

            Walaupun tak banyak tokoh yang dilibatkan dalam konflik yang diangkat dalam novel ini tetapi penulis mampu memusatkan inti masalah dalam novel ini terhadap pembaca. Kemudian penulis juga banyak menggunakan kalimat puitis sehingga inti cerita tak terlalu banyak disampaikan. Dalam tiap subjudul juga penulis tak sampai habis menceritakan sebuah konflik berhenti begitu saja dan dilanjutkan di subjudul berikutnya. Terlepas dari semua kekurangan yang ada, novel ini sangat menarik dibaca bagi para remaja karena konflik cerita yang diangkat mengenai problematika para remaja.

            Demikianlah  ulasan mengenai resensi novel yang berjudul Sunset Bersama Rosie karya Tere Liye ini. Dengan mengangkat tema cinta segitia ini membuat banyak diminati para pembaca terutama para remaja. Dengan bahasa yang ringan juga menjadikan para pembaca mudah memahami novel ini. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam novel tetapi keseluruhan novel ini mampu menarik banyak minta para pembacanya. Sekian dan selamat membaca.


Share:

Ekspedisi Horor di Budug Asu



            Sebelumnya saya telah menjelaskan tentang keindahan destinasi wisata Budug Asu Malang di postingan Jelajah Alam di Budug Asu Malang. Kali ini saya akan menjelaskan tentang beberapa kejadian yang cukup menarik untuk dibahas yaitu  pengalaman mistis kelompok kami ketika melakukan pendakian di Budug Asu. Sebelum saya menceritakan lebih lanjut, kisah ini saya ceritakan berdasarkan pengalaman kami pribadi, jadi teman-teman boleh percaya atau tidak dengan keseluruhan kisah yang akan saya ceritakan ini. Bagi para pendaki, tentu tau apa yang harus mereka lakukan ketika sedang melakukan pendakian. Berada dipegunungan terdapat beberapa etika-etika yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan pada saat mendaki. Karena banyak mitos yang dipercaya akan mengganggu kehidupan lain yang ada di pegunungan tersebut. Terlepas dari semua itu benar atau tidak, terdapat etika yang harus kita lakukan selama pendakian.


            Kami bertujuh orang dengan lima orang laki-laki dan dua perempuan saat itu sedang bersiap-siap untuk mendaki di Budug Asu. Rencana awal kami yang ingin mendaki jam 1 supaya agar dapat mencapai puncak sebelum maghrib ternyata molor hingga kami pun berangkat jam 5 sore. Kami berangkat dengan mobil Jeep hingga sampai titk awal pendakian. Seluruh peralatan lengkap dan kami pun siap melakukan pendakian. Namun, sebelum itu sebenarnya salah satu orang di kelompok pendakian ini ternyata ada yang sedang berulang tahun. Kemudian salah satu orang dikelompok itu ternyata juga sudah merencanakan sesuatu untuk mengerjainya di malam ulang tahunnya tersebut. Ia merencanakan untuk membawa kain putih dan menyamar menjadi hantu p*cong untuk menakut-nakuti temannya diulang tahunnya itu. Namun, sebelum hal tersebut terjadi, ternyata hal tersebut telah diketahui oleh temannya yang lain dan langsung melarangnya membawa kain putih itu ke gunung karena takut akan hal yang tidak diinginkan terjadi karena kain itu. Akhirnya dia pun mengurungkan untuk membawa kain tersebut.


            Ok, next.. perjalanan sore hari itu biasa saja seperti biasanya, hari belum gelap dan masih ditemani dengan indahnya hamparan perkebunan teh disekitar track pendakian. Sampai di pos 2 hari sudah gelap dan jam sudah menunjukan jam 6 malam. Kemudian kami beistirahat dan bersiap untuk shalat maghrib dengan perlengkapan seadanya. Selesai shalat kami melanjutkan perjalanan, disepanjang jalan kami melihat beberapa orang yang sedang pergi ke puncak dan turun dengan menggunakan motor trail mereka. Kami pun sesekali juga menyapa para pendaki lainnya. Hingga tiba pada saatnya track  pendakian benar-benar gelap dan sepi hanya tinggal kelompok kami saja yang ditemani dua senter didepan dan belakang barisan. Untuk memecah kesunyian disepanjang perjalanan kami pun berusaha mengobrol satu sama lain atau bernyanyi seperti pendaki biasa lainnya. Namun, ada beberapa saat dalam obrolan kami menggunakan lelucon yang seharusnya tidak pantas kami ucapkan di pegunungan tersebut. Hingga pada akhirnya sampai lah kami di pos 3 tempat dimana hal mistis itu terjadi.

            Saat kami berada di pos 3, kami masih belum menyadari apapun dan begitu juga yang lain. Namun, aku sendiri yang berjalan paling belakang pada saat pendakian memang merasakan hal aneh. Yaitu tiba-tiba takut berada dibelakang sendirian dan langsung bersejajar berjalan bersama salah satu teman yang lain. Setelah itu sesampainya di puncak kami sampai jam setengah 9 malam. Kami membagi tugas yang satu mendirikan tenda dan satunya lagi memasak makanan. Selang beberapa menit dua tenda telah didirikan dan masakan telah siap untuk di makan. Sebelum kami beristirahat, kami bertujuh terlebih dahulu berkumpul jadi satu di tenda besar, hanya untuk sekedar cerita, curhat dan lain sebagainya. Saat waktu menunjukan semakin malam beberapa teman diantara kami juga ada yang merasakan suatu keanehan. Tetapi kami belum berani menceritakan hal tersebut ke satu sama lain karena memang hal-hal aneh yang kita alami akan kami ceritakan jika kami telah turun ke bawah lagi. Selanjutnya kami beristirahat hingga sampai sunrise tiba.


            Pada saat perjalanan pulang kami beristirahat sebentar di rumah teman di Lawang, nah pada saat itulah kami mulai menceritakan hal-hal mistis yang kami rasakan selama pendakian. Pertama, pada saat pendakian kami di pos 3 sampai 4. Disini aku sendiri pun merasakan hal aneh, tiba-tiba takut berjalan sendirian di belakang. Padahal sebelumnya aku biasa saja menjadi orang paling belakang dan memegang senter. Ternyata dua orang dikelompok kami menyadari hal mistis tersebut. Ya.. kami satu kelompok yang berjumlah 7 orang itu namun pada saat pendakian jumlah kami 8 orang. 2 orang di kelompok kami menyadari hal tersebut tapi enggan untuk menceritakannya. Wajar saja di pos sebelumnya ia selalu bertanya jumlah orang berapa rek? Kita dengan lantang menjawab 7 orang. Namun di pos 3 ini kami berjumlah 8. Siapakah 1 sosok itu? Wallahu A’lam.

            Kedua, pengalaman mistis yang kami rasakan yaitu ketika berada di dalam tenda, keasyikan mengobrol hingga kami baru benar-benar bisa istirahat pukul 3 pagi. Nah pada saat obrolan itu berlangsung 4 orang ditenda duduk dipojok dekat dinding tenda termasuk aku. Dikala asiknya mengobrol ada hal aneh yang kami rasakan. Yaitu ada orang yang menepuk punggung kami berempat secara bergantian. Lagi-lagi kami merasakan hal itu namun belum mau menceritakannya karena posisi kami yang sedang berada di alam lepas. Kami hanya bisa saling pandang dan berusaha meneruskan obrolan tersebut.


            Sebenarnya terdapat pengalaman-pengalaman lain yang teman-teman rasakan, mulai dari suara benda jatuh dari atas pohon dan mendengar suara-suara aneh, namun, karena hal tersebut bersifat individu mungkin kami boleh percaya atau tidak. Nah demikianlah kisah mistis yang kami rasakan ketika mendaki di Budug Asu. Seyogyagnya ketika kita sedang mendaki atau menjelajah alam di Malam hari. Kita seharusnya juga menjaga etika, dan melakukan yang seharusnya dilakukan pendaki. Karena di hutan atau di gunung juga terdapat kehidupan lain yang harus kita hargai dan hormati juga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

*Cerita ini murni berdasarkan  kisah yang dialami kelompok kami pribadi tanpa melebihkan dan mengurangi, jadi teman-teman boleh untuk percaya ataupun tidak terhadap kejadian itu kembali terhadap keyakinan kita masing-masing ya guys, semoga bisa mengambil pelajarannya.

Share:

Resensi Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari



Identitas Buku

     ·  Judul buku : Aroma Karsa
     ·  Penulis : Dewi Lestari “Dee”
     ·  Penerbit : Mizan Media Utama
     ·  Tahun terbit : Maret 2018
     ·  Jumlah halaman : 686 halaman
     ·  Nomor edisi : ISBN 978-602-291-463-1






Sinopsis Novel
            Novel yang berjudul Aroma Karsa karya Dee Lestari ini kembali membuat penggemar novelnya kembali terpuaskan oleh kisah yang diangkat dalam novelnya ini. Melihat dari judulnya, secara umum novel ini mengisahkan tentang seorang anak yang bernama Jati Wesi yang memiliki indra penciuman yang sangat tajam melebihi kemampuan manusia biasanya. Ia pun mendapat tugas untuk mencari sebuah tanaman yang telah dicari selama bertahun-tahun. Tanaman tersebut hanya bisa dicari melalui aromanya saja dan hanya orang tertentu yang bisa menciumnya. Orang tersebut adalah Jati Wesi dan tanaman tersebut adalah Puspa Karsa.




            Kisah ini berawal dari seorang nenek bernama Janirah yang dahulunya merupakan tinggal di ndalem atau pernah tinggal di sebuah keraton, ia berhasil mendapatkan beberapa resep kecantikan keraton dan mewarisinya ke keturunannya. Namun, ada satu misteri yang belum nenek Janirah pecahkan yaitu tanaman Puspa Karsa. Karena umurnya yang sudah tua dan tak mampu lagi untuk mengungkap misteri itu. Ia pun mewasiatkannya kepada anaknya Raras. Bertahun-tahun kemudian Raras berhasil mendirikan perusahaan parfum terkenal hingga mancanegara yaitu Kemara. Berkat anaknya yang bernama Suma dengan kemampuan penciumannya yang hebat itu sehingga dapat menciptakan parfum yang disukai banyak orang.

            26 tahun sebelumnya Raras mengajak Suma dan beberapa tim lainnya memulai ekspedisi untuk mencari tanaman Puspa Karsa tersebut. Raras meyakini bahwa Suma lah orang pilihan tersebut yang bisa menemukan tanaman mistis itu Puspa Karsa. Seluruh artefak dan tulisan-tulisan sansekerta telah diteliti, mereka pun menemukan tempat dimana Puspa Karsa itu berada. Gunung Lawu, diyakini sebagai tempat dimana tanaman Puspa Karsa itu berada. Dengan didampingi  juru kunci Mbah To, mereka pun hampir menemukan tanaman itu. Tiba-tiba ditengah perjalanan ada beberapa makhluk menyerang mereka sebelum sampai pada tanaman tersebut. Mbah To dan beberapa tim yang lain meninggal, namun Raras dan Suma tetap selamat walaupun Raras harus menerima kelumpuhannya dan Suma yang penciumannya sakit akibat serangan tersebut.

            Bertahun-bertahun kemudian, ia menyusun lagi strategi untuk mencari tanaman tersebut, di Bantar gebang hidup seorang pemuda yang bernama Jati Wesi, lahir di pembuangan sampah, dengan ibunya yang meninggal dan ayahnya yang pada saat itu juga masuk penjara atas kasus pembunuhan. Akhirnya Jati Wesi tinggal dirumah Pak Nurdin. Jati harus bekerja dan memberi uang kepada pak Nurdin. Jati bekerja di Ruko Parfum Attarwala. Ia sangat disegani di tempat itu. Ia mampu meracik parfum yang hebat dengan indra penciumannya. Bahkan ia bisa mencium aroma yang tidak bisa diciumi manusia biasa. Kemudian ia mendeskripsikan bau itu serinci mungkin.

            Hingga pada akhirnya, Jati dituntut oleh perusahaan Parfum Kemara karena Jati telah melakukan plagiasi parfum milik perusahaan tersebut yaitu Puspa Ananta. Disinilah titik awal pertemuan Raras dengan Jati wesi, ia menawarkan kepada Jati apakah ia ingin dipenjara atau justru dikontrak oleh perusahaan Kemara seumur hidup. Jati tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran tersebut. Mendengar kesepakatan tersebut, membuat Suma salah satu orang penting di Perusahaan Kemara tidak terima dan cemburu atas perlakuan ibunya Raras terhadap Jati. Namun lambat laun atas pertolongan dan kebaikan Jati membuat Suma dapat menerima Jati di keluarga tersebut.  Beberpa bulan kemudian setelah jati bekerja dan meracik parfum di perusahaan Kemara. Misi pencarian tanaman Puspa Karsa direncanakan kembali.

            Pada perencanaan ini, asal muasal Jati mulai terkuak, ia pun mulai mencari sendiri darimana ia sebenarnya berasal. Ayahnya yang dipenjara dan dalam keadaan linglung tidak bisa menceritakan secara utuh kejadian tersebut. Akhirnya ia mendapatkan beberapa indikasi yang menjelaskan darimana ia berasal. Dengan sejumlah tim yang berangkat, Raras hanya menunggu di Villa dekat gunung Lawu. Mereka pun berangkat mendaki gunung Lawu melalui jalur tengah, jalur yang biasanya tidak digunakan para pendaki untuk mendaki. Kejadian 26 tahun itu kembali terjadi, sekumpulan hewan buas dan beberapa makhluk menyerang sekelompok orang tersebut. Namun tidak dengan Jati, ia memakan buah Manisrejo, dan seketika itu ia beralih ke dunia lain. Dunia dimana manusia biasa tak dapat menjangkaunya, dunia dimana Jati Wesi dan Suma berasal, dunia dimana Puspa Karsa tersebut berada.

            Disini Jati tau siapa sebenarnya keluarganya, ia merupakan keluarga para leluhur yang dulu melakukan mukso agar tak ada manusia lagi yang mencari puspa Karsa. Dahulu, Puspa Karsa digunakan sebagai alat perebut kekuasaan yang pada akhirnya disalahgunakan oleh sebagian kelompok masyarakat. Akhirnya mereka melakukan Mukso untuk menjaga Puspa Karsa tersebut. Kini Puspa Karsa telah ditemukan, dan ia mengincar Suma sebagai wujud manusia dan ingin kembali ke dunia manusia. Jati Wesi lalu merebut Suma dari Puspa Karsa dan melindungi Suma dari Puspa Karsa walaupun Jati tau apa resiko yang akan ia hadapi dikemudian hari.

Resensi Novel
            Melalui novel ini Dee Lestari mampu menjadikan indra penciuman sebagai inti cerita dalam keseluruhan kisahnya. Ia mampu mendeskripsikan sesuatu hingga sedetail mungkin. Cerita yang diangkat juga sangat menarik, ia mampu mengimajinasikan kehidupan atau kisah para kerajaan jawa dahulu kemudian dikolaborasikan dalam kehidupan modern. Dengan mengangkat kisah yang imajinatif, Dee lestari mampu mengisahkan hingga seolah-olah kisah tersebut benar-benar terjadi di kehidupan nyata. Demi membuat seluruh alur cerita ini berkesinambungan, ia melakukan penelitian secara langsung ke Bantar Gebang, Gunung Lawu, hingga mewawancarai guru kunci gunung Lawu secara langsung agar dapat menjelaskan nilai realitas dalam novel tersebut. Bahkan ia rela belajar atau khusus mengikuti kursus meracik parfum untuk dapat memahami jenis-jenis dan tehnik dasar dalam meracik parfum.

            Terlepas dari mahakaryanya yang menarik itu, terdapat banyak istilah-istilah yang digunakan Dee Lestari yang membuat sebagian orang  mungkin tidak memahami makna istilah tersebut. Disamping itu juga, novel yang setebal 700 halaman itu membuat sebagian orang untuk berfikir ulang untuk membacanya, kecuali memang penggemar Dee Lestari ataupun bagi mereka yang menyukai novel yang bergenre novel Dee Lestari. Namun, diluar itu semua novel ini dapat memikat banyak pembaca atas de-ide yang ia tuangkan dalam novel tersebut.

            Demikianlah ulasan mengenai resensi novel yang berjudul Aroma Karsa karya Dee Lestari ini. Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam novel ini. Kisah yang diangkat dalam novel ini sangat menarik dan kisah yang diangkat menunjukan wajah baru dalam pernovelan Indonesia yang menarik untuk dibaca. Novel ini sangat direkomendasikan karena banyak hal-hal faktual dan mitos yang mungkin selama ini kita belum ketahui. Selamat membaca dan salam literasi.

Share:

Jelajah Alam di Budug Asu Malang




            Banyak pilihan tempat untuk berwisata alam di Kota Malang. Salah satunya adalah destinasi wisata yang akan dijelaskan satu ini, Budug Asu. Tempat ini cukup terkenal bagi wisatawan Malang dan sekitarnya. Dinamakan Budug Asu karena di area pendakian menuju Budug Asu ini banyak anjing yang dilepas begitu saja menemani para petani ladang. Eits.. tapi tenang kok anjing-anjing disitu tidak akan mengganggu para pendaki lain karena track yang dilalui memang sering digunakan wisatawan untuk mendaki. Jadi anjing-anjing disana sudah terbiasa akan  kehadiran orang-orang baru disekitar ladang perkebunan majikan mereka. Budug Asu adalah destinasi alam yang sangat indah untuk menyaksikan sunrise secara langsung. Karena tepat diarah timur tempat para pendaki biasanya camping terdapat hamparan luas ladang pertanian sehingga membuat matahari dengan indahnya terbit di ufuk timur.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
S U N R I S E  D I  B U D U G  A S U
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

            Wisata alam Budug Asu ini terletak di Lawang, Malang. Bagi teman-teman yang berangkat dari kota Malang akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam untuk menuju tempat ini. Destinasi Budug Asu ini dimulai dari wisata alam Kebun Teh Wonosari, Bagi yang ingin tahu tentang kebun teh Wonosari dapat dibaca di Serunya berwisata Alam ke Kebun Teh Wonosari Malang. Jadi sebelum berangkat ke Budug Asu kita terlebih dahulu menaruh alat kendaraan kita di Kebun Teh Wonosari sekaligus menjadi titik awal pendakian menuju Budug Asu. Destinasi Alam Budug Asu sebenarnya bukanlah Peegunungan yang biasanya seperti Gunung Arjuno, Butak dan lain-lain. Dengan ketinggian sekitar 2000 mdpl dan letaknya yang berada di lereng Gunung Arjuno dikenal hanya sebatas perbukitan yang cukup terkenal dikalangan wisatawan lokal. Biaya tiket masuk menuju Budug Asu adalah Rp.15000 perorang dan biaya parkir kendaraan senilai Rp.5000 permotor. Selanjutnya teman-teman pun bisa mulai pendakian menuju Budug Asu.


            Terdapat 4 pos yang harus dilalui sebelum mencapai destinasi tujuan utama. Pada pos 1 teman-teman akan melihat banyak hamparan perkebunan teh yang menyejukan mata. Kemudian di pos 2 menuju pos 3 teman-teman akan disuguhkan pemandangan alam hutan pinus dan kopi di sekitar track pendakian. Nah disini banyak para pekebun yang sedang bekerja didampingi oleh anjing-anjing mereka. Pos 3 sampai akhir terdapat hutan rindang yang akan menemani hingga akhir tujuan. Waktu normal untuk mendaki dari titik awal sampai puncak akan menghabiskan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan. Bagi teman-teman yang tidak kuat, bisa juga menyewa motor trail ataupun mobil Jeep. Medan jalannya tidak terlalu sulit, hanya ada beberapa jalan yang menanjak dan selebihnya jalanan landai.


            Banyak para pendaki yang mendirikan tenda di Budug Asu ini hanya agar dapat melihat indahnya Sunrise di sini. Tidak hanya itu saja pemandangan indah itupun ditambah lagi dengan gagahnya gunung Arjuno berada di tepi barat Budug Asu. Banyak spot foto menarik dan ikonik di Budug Asu ini. Sehingga tak perlu khawatir untuk teman-teman yang ingin mengoleksi foto-foto ciamik di destinasi Tersebut. Ok. Mungkin sekian dulu ya ulasan mengenai Budug Asu ini. Melihat  track jalannya yang tak sesulit track pendakian yang lain. Budug Asu ini sangat cocok bagi para wisatawan yang baru pertama kali melakukan pendakian dan jangan lupa untuk tetap menjaga alam dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusaknya ya. Salam pecinta alam.

Share:

Sunset di Pantai Kuta Bali


                  Kerumunan alat bermesin itu saling bersahutan satu sama lain, mereka memenuhi jalan tanpa ada celah bagi para manusia. Semua demi satu tujuan, kemungkinan besar tujuan mereka dan tujuan kami sama. Waktunya akan tiba sebentar lagi, mobil kami berhenti tepat di sebelah gedung megah favorit para pelancong penjuru negeri. Tak peduli berapa rupiah yang keluar, demi tercapainya tujuan. Kami menuruni mobil dan bergegas menuju hamparan luas perairan asin. Kami menyelinap melewati celah-celah kerumunan mesin berjalan. Mereka sang penguasa jalan tak ada tempat bagi para pejalan.

Pantai Kuta
            Putih bercahaya butiran-butiran yang elok dimata, hamparan sinar sang surya memantul di lautan bersublimasi menjadi refleksi alam yang indah. Diujung lautan yang tak terbatas oleh mata, Mesin terbang berlalu lalang, samar-samar terlihat oleh mata. Mesin-mesin itu bergantian menapaki kakinya di pulau Bali. Mungkin tujuan mereka sama dengan kami atau mungkin juga tidak. Waktu masih lama, satu jam lagi momentum yang kami tunggu benar-benar akan terjadi. Yang satu  asik bercumbu rayu dengan ombak yang menggoda mata yang satu tak bisa melewatkan dengan dokumentasi diri.

Pantai Kuta
            Ada dua lautan yang  aku sadari di tempat ini. Pertama, tentulah lautan air asin yang menawan, warnanya biru bening berkelindan dengan pantulan cahaya, Ombaknya juga tak kalah menarik untuk di ekslpor. Kedua, terdapat lautan manusia yang berada di bibir pantai menyudutkan pandangan yang sama yaitu ke arah ufuk barat pantai, disana matahari pelan tapi pasti sedang melambaikan tangannya kepada kami sebagai salah satu penikmatnya. Iya yang kami nanti telah datang untuk kami, tetapi sebenarnya kedatangannya itu justru bermakna pamit undur diri dari sang matahari. Kita tak pernah tahu akankah esok ia akan berpamitan semolek ini kepada kami.  Atau mungkin para awan membentengi kemolekan sang matahari agar kami tak bisa melihatnya lagi. Kami menikmati setiap momen itu, mata kami tak berkedip untuk beberapa masa. Desiran ombak justru menjadi pemanis keindahan ini. Iya.. Sunset di Pantai Kuta memang indah. Perpaduan warna alam melebur menjadi satu menjadi panorama yang mempesona.

pantai kuta bali
Pantai Kuta
            Aku melihat beberapa wajah sumringah para orang-orang, mereka menikmati setiap momen yang terjadi, begitu juga dengan kami. Pukul 18.30 WITA matahari sudah resmi undur diri dan kini saatnya bulan yang unjuk gigi. Bulan mungkin iri pada matahari dimana banyak orang yang menunggu kehadirannya dan juga kepergiannya. Tetapi tidak dengan sang rembulan,  bulan tak pernah kesal, buktinya ia tak pernah berhenti menyinari kami dalam kegelapan dan selalu hadir ditengah-tengah mimpi indah kami di malam hari. Namun kali ini kami sedang tidak ingin bercumbu dengan Bulan. Momentum itu telah usai dan kini saatnya bagi kami untuk pergi dari tempat ini. Terima kasih pantai Kuta, di tempat ini aku mengabadikan momen indah bersama sang mentari di detik-detik kepergiannya.
Share:

Review Film SKY CASTLE Potret Pendidikan Kaum Elite Korea Selatan


            Semenjak 30 tahun terakhir Korea Selatan berhasil memajukan negaranya dalam berbagai aspek mulai dari perekonomian hingga produk teknologinya seperti LG ataupun Samsung yang terkenal hingga mancanegara. Disamping itu juga peran KPOP juga memengaruhi eksistensi budaya Korea Selatan yang tersebar hingga di kancah dunia. Namun, seiring berkembang pesatnya negara Korea Selatan muncul beberapa permasalahan yang timbul ditengah-tengah masyarakat korsel, salah satunya yaitu dalam aspek pendidikan. Para orang tua menuntut anak-anak mereka untuk trus belajar dan supaya mereka bisa masuk ke jenjang akademi bergengsi di negara tersebut. Hal tersebut mereka lakukan demi eksistensi status sosial di kaum elite. Kisah ini pun tergambarkan dalam drama korea yang berjudul Sky Castle.

sky castle
idntimes.com

            Saya pun tertarik untuk mengulas film ini karena pesan moral yang disampaikan juga sesuai bagi beberapa kalangan masyarakat di Indonesia. Film yang berjudul Sky Castle ini merupakan film yang mengisahkan tentang bagaimana para orang tua di perumahan elite menginginkan anaknya menjadi pintar dengan kehendaknya supaya bisa masuk perguruan tinggi ternama di Seoul dan bahkan ada yang rela mengeluarkan banyak uang agar anaknya bisa masuk kuliah di fakultas kedokteran Seoul. Padahal bagi sebagian anak di perumahan tersebut justru tidak menginginkannya atau bahkan tidak bahagia atas apa yang orang tua lakukan kepada anak-anak di perumahan elite. Sehingga dapat memberi tekanan kepada anak-anak tersebut.

            Kisah ini diawali dengan 4 keluarga yang hidup di perumahan elite Sky Castle, mereka menyekolahkan anak-anak mereka dan mendidiknya  secara ekstra atas tuntutan orang tua masing-masing agar anak-anak tersebut bisa menjadi murid terbaik di sekolahnya. Namun hal ini para orang tua jadikan sebagai alat untuk menyombongkan diri kepada para elite lainnya. Sehingga para orang tua lainnya terus memberi tekanan kepada anaknya untuk terus belajar hingga bisa menjadi nomor satu di sekolahnya. Terlebih lagi banyak tuntutan agar anaknya harus masuk kampus ternama sesuai kehendak orang tuanya. Sehingga dari mereka berlomba-lomba mencari cara dan rela mengeluarkan banyak uang untuk membayar tutor privat demi pendidikan anak-anaknya.

            Adanya tutor privat justru menjadi malapetaka bagi para keluarga di perumahan elite tersebut, segala ambisi yang diinginkan para orang tua kepada anaknya mengakibatkan kehancuran bagi keluarga itu sendiri. Hingga pada akhirnya membuat anak tersebut justru kecewa atas kehendak dan pilihan orang tuanya yang mengakibatkannya(Young Jae) kabur dari rumah serta membuat orang tua itu bunuh diri(Myong Joo) atas kehancuran yang terjadi dalam keluarganya. Selang beberapa hari kemudian keluarga itu pun hancur dan memutuskan untuk pindah, kemudian diganti dengan keluarga baru yang harmonis dalam hubungan kekeluargaannya. Melihat keserakahan dan kesombongan para elite dalam mendidik anaknya membuat orang baru Lee Seu Lim itu ingin merubah hal tersebut karena dapat menghancurkan hati para anak-anak yang ada di perumahan tersebut. Berbagai upaya dilakukan mulai dari membongkar tragedi pembunuhan dirumah tersebut hingga melihat fakta ketidakbahagiaan anak-anak di perumahan.

Namun, perjalanan Lee Seu Lim tidak lah mudah, banyak pihak mulai dari Tutor privat itu sampai keluarga perumahan berusaha menghentikannya untuk menulis dan membongkar tragedi keluarga tersebut. Melalui beberapa konflik yang terjadi, pada akhirnya Lee Seu Lim berhasil merubah budaya buruk yang ada di perumahan tersebut dan membuat anak-anak mereka bahagia atas pilihan mereka dan tanpa paksaan atau tuntutan dari orang tua masing-masing. Pada akhirnya kehidupan keluarga diperumahan tersebut menjadi bahagia tanpa harus saling menyombongkan satu sama lain.


            Melalui film tersebut kita menyadari bahwa pendidikan bukanlah aspek yang dapat digunakan untuk menyombongkan diri terhadap status sosial orang tua terhadap satu sama lainnya. Hal tersebut justru membuat anak-anak harus bisa meraih nilai tinggi dengan segala cara. Seharusnya para orang tua mendidik dan mendukung penuh pendidikan anak mereka supaya dapat berkembang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing anak. Sehingga para orang tua tidak lagi harus memaksa ambisi mereka terhadap anaknya tetapi mendukung anaknya agar tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri dan menumbuhkan rasa harmonis dalam keluarga. Bagi saya film dengan 20 episode ini sangat bagus dan menjadi pelajaran bagi kita semua ketika kelak menjadi orang tua agar bisa mendidik anak sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Selamat menonton.
Share:

PIONIR IX sebagai Wujud Solidaritas dalam Kesatuan

PIONIR
radarmalang.id
            Baru-baru ini telah diselenggarakan perhelatan akbar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia yaitu Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) yang ke 9. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ditunjuk menjadi tuan rumah pada PIONIR IX kali ini. Agenda Nasional dua tahunan ini diikuti oleh Mahasiswa/i perguruan tinggi islam se-Indonesia. Tema yang diangkat pada PIONIR ke 9 yaitu Spirit of Unity. Melalui rangkaian acara yang dilaksanakan pada acara tersebut diharapkan dapat mencetak mahasiswa yang unggul dan berprestasi serta  mempererat solidaritas dalam keberagaman sebagai wujud persatuan Indonesia. Kegiatan pun dibuka langsung oleh Bapak H. Luqman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Banyak penampilan yang ditampilkan pada acara tersebut mulai dari seni musik, tari, marching band dan diakhiri dengan kembang api yang meriah.

            Kegiatan yang dilaksanakan selama satu minggu pada tanggal 15 Juli-20 Juli Agustus 2019 ini memberi kesan tersendiri baik bagi peserta, official dan seluruh civitas akademika UIN Malang. Terlepas dari semua kelebihan dan kekurangan pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut, semoga bisa memberi kesan dan pengalaman berharga bagi seluruh peserta lomba pada saat berlangsungnya acara. Ajang PIONIR tidak hanya berupa perlombaan saja tetapi dalam rangka meningkatkan ketakwaan dan rasa persatuan bangsa, Majelis Shalawat dan tausyiah akbar juga menjadi salah satu rangkaian acara yang dilaksanakan pada Kamis Malam, 18 Juli 2019 di Lapangan Utama UIN Malang. Gus Muwafiq dalam ceramahnya mengatakan sebagai generasi muda muslim masa depan bangsa Indonesia diharapkan bisa bersatu dan menerima perbedaan masing-masing suku maupun budaya serta ikut berpartisipasi dalam kemajuan bangsa. Beliau juga mengatakan generasi muslim harus bisa berperan aktif dalam bidang perekonomian dan teknologi baik di Indonesia ataupun dikancah dunia. Gemuruh tepuk tangan ribuan peserta pun tak terbendung dan kemudian tausyiah pun ditutup dengan pembacaan doa. 


           Event ini resmi ditutup pada hari sabtu, 20 Juli 2019 oleh sekretaris Jenderal Pendis Kemenag  Bapak Dr. H. Imam Syafii, M.Pd. Dalam sambutannya beliau berterimakasih, salut dan bangga atas suksesnya  pelaksanaan PIONIR IX 2019. Diharapkan pada PIONIR selanjutnya bisa memberi inovasi-inovasi dan gebrakan baru dalam pelaksanaan PIONIR dua tahun kedepan. Beliau juga mengapresiasi seluruh peserta yang menang maupun yang belum menang atas kesungguhan dan sportifitas seluruh pihak dalam berpartisipasi pada seluruh cabang perlombaan di PIONIR ini. Kegiatan  pun diakhiri dengan pemberian piala penghargaan kepada Juara Umum PIONIR IX yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dari seluruh cabang yang dilombakan UIN Malang meraih total 22 medali yaitu 10 emas, 5 perak dan 7 perunggu. 

Share:

Telekomunikasi Sebagai Akses Pendidikan Millenial dalam Memajukan Perekonomian Indonesia

Berada di era globalisasi menuntut kita untuk tetap mengikuti perkembangan zaman supaya tidak tergerus dalam ketertinggalan dan mampu mengikuti kemajuan era digital. Telekomunikasi sangat berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial dan pendidikan. Internet yang kita kenal saat ini merupakan akses informasi terbesar di dunia yang mampu menjadikan segala informasi semakin cepat dan mudah. Maka hal tersebut bisa kita manfaatkan sebagai akses pembelajaran dalam dunia pendidikan. Lalu bagaimana peran pemerintah agar bisa menjadikan telekomunikasi sebagai media pendidikan yang bisa memajukan masyarakat secara merata? Apa yang harus masyarakat lakukan terhadap perkembangan teknologi supaya tidak menjadi gagap teknologi dan mampu mengikuti arus perkembangan zaman?.
www.baktikominfo.id

Telekomunikasi adalah tehnik pengiriman atau penyampaian pesan yang dapat dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Bisa dikatakan juga sebagai bentuk komunikasi yang dilakukan dengan jarak jauh. Bentuk-bentuk komunikasi itu seperti komunikasi Satu Arah (Simplex) yaitu pihak penerima dan pengirim tidak bisa saling berinteraksi dalam media yang sama seperti televisi, radio. Kemudian terdapat juga bentuk komunikasi dua arah (Duplex) yaitu penerima dan pengirim dapat saling berkomunikasi dalam satu media yang sama seperti telepon. Lalu bentuk komunikasi semi dua arah (Half Duplex) yaitu antara pengirim dan penerima dapat saling berkomunikasi secara begantian dalam satu media tetapi tetap saling berkesinambungan seperti Handy Talkie, Chat Room


Sistem pendidikan yang paling umum diterapkan di Indonesia adalah dengan berbasis sekolah yakni terdapat seorang guru dan siswa dengan media pembelajaran berupa buku-buku sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan. Lalu bagaimana peran telekomunikasi dalam bidang pendidikan di era millenial ini?. Sebelum saya menjelaskan hal tersebut mari kita lihat bagaimana upaya-upaya yang telah pemerintah lakukan dalam menyediakan infrastruktur telekomunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia. Dalam seminar ekonomi makro yang dilakukan pada tahun 2018 menteri Kominfo Rudiantara mengatakan akan segera mengoptimasi percepatan insfrastruktur telekomunikasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Sehingga ditargetkan pada tahun 2030 nanti rakyat Indonesia sudah bisa menghasilkan sebuah karya melalui telekomunikasi tersebut untuk memajukan perekonomian Indonesia. 
     Sampai saat ini 80 ribu dari 262 ribu instansi pendidikan belum mendapat insfrastruktur telekomunikasi secara optimal. Padahal total 20% dari APBN akan digelontorkan oleh pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Diharapkan dengan upaya-upaya yang dilakukan dapat mendorong masyarakat lebih kreatif dan inovatif sehingga mampu mendongkrak perekonomian Indonesia mendatang.Lalu apakah sampai saat ini akses insfrastruktur telekomunikasi telah didapatkan secara merata? Masyarakat Indonesia daerah timur sampai saat ini masih terbilang harus membayar cukup mahal untuk mengakses internet dibandingkan dengan kawasan bagian barat. Pemerintah pun mengupayakan di tahun 2019 ini seluruh akses internet dapat dinikmati secara merata dengan tarif yang sama. Sehingga akan memudahkan akses teknologi, infomasi dan komunikasi di Indonesia. Diharapkan melalui percepatan dan optimasi insfrastruktur telekomunikasi secara merata ini mampu menciptakan sumber daya masyarakat yang berkompeten dan memiliki daya saing yang sama di kancah ASEAN.
      Lalu bagaimana upaya  pemerintah agar bisa melakukan percepatan insfrastruktur secara optimal. Menurut saya ada beberapa aspek yang harus dilakukan secara bersama dan berkesinambungan.

1.      Pemerintah Pusat
Seabagai naungan utama dalam memajukan insfrastruktur telekomunikasi, pemerintah harus benar-benar menargetkan Dana APBN yang digelontorkan agar sesuai dengan kebutuhan akses telekomunikasi di Indonesia. Sehingga semua perencanaan dan rancangan yang telah dibuat oleh pemerintah pusat dapat dilaksanakan tepat sasaran.
2.      Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah atau kepala desa harus mampu  menjalankan amanah yang diberikan di masing-masing daerah dalam rangka upaya percepatan akses telekomunikasi dan perkembangan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan. Contohnya adalah melakukan pelatihan-pelatihan dasar terhadap akses telekomunikasi  sehingga masyarakat bisa menggunakan insfrastruktur telekomunikasi secara tepat.
3.      Pendidik
Sebagai pendidik di era globalisasi ini, pendidik harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Meskipun kebanyakan pendidikan di Indonesia masih menggunakan pola mengajar yang konvensional tetapi juga harus memiliki kemampuan dasar dalam penggunaan akses telekomunikasi dalam pembelajaran sehingga para siswa tidak gagap teknologi dan memiliki wawasan yang luas terhadap perkembangan teknologi di Indonesia.
4.      Orang Tua
Melihat peran telekomunikasi sangat berpengaruh besar dalam bidang pendidikan. Orang tua juga dapat menfasilitasi anak dengan sarana telekomunikasi secara mandiri dan pengawasan orang tua. Menjadikannya sebagai akses pembelajaran sehingga anak mampu berfikir kreatif dan inovatif.
5.      Anak
Adanya telekomunikasi menjadikan anak lebih aktif dalam  pembelajaran sehingga anak memiliki pengetahuan yang luas dalam bidang pendidikan dan tentunya dalam pengawasan orang tua masing-masing.

            Perlu adanya kerja sama yang berkesinambungan antara pemerintah pusat dan daerah terkait rencana pembangunan insfrastruktur telekomunikasi dalam bidang pendidikan sehingga dana yang telah digelontorkan sesuai dengan kebutuhan dan terealisasi secara sempurna di masyarakat. Masyarakat juga mampu memanfaatkan insfrastruktur telekomunikasi dengan benar dan menjadikannya sebagai akses dalam memajukan perekonomian Indonesia. Dalam aspek pendidikan juga instansi pendidikan harus benar-benar dilengkapi dengan insfrastruktur telekomunikasi sebagai media pembelajaran sehingga siswa mampu berfikir cerdas dan kreatif. Sekolah diharapkan mampu menciptakan lulusan yang dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional dengan segala teknologi yang ada.

            Terlepas dari hal tersebut peran guru dan orang tua juga sangat penting akan akses telekomunikasi terhadap anak. Sehingga tujuan pembelajaran tercapai tepat sasaran. Guru memiliki kemampuan dalam mengakses telekomunikasi dan menjadikannya sebagai media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Peran orang tua juga sebagai fasilitator dan mengawasi anak dalam akses telekomunikasi sehingga terhindar dari pengaruh negatif dan mampu menfaatkan teknologi secara tepat.

www.ptsmi.co.id

             Bagaimana cara pemerintah mampu mewujudkan insfrastruktur telekomunikasi tersebut secara merata di Indonesia? Perlu adanya perencanaan dan langkah-langkah pasti supaya tak salah langkah dalam melakukan sebuah proyek besar. PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero merupakan perusahaan yang berperan aktif dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia, membantu persiapan proyek insfrastruktur baik dalam bentuk konsultasi maupun kerjasama pengembangan proyek bagi proyek-proyek pembangunan di Indonesia. Berdasarkan amanah yang diberikan kepada PT SMI agar terlaksananya percepatan pengembangan insfrastruktur dengan fokus Program Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan, baik swasta maupun multilateral.

            Pemerintah RI pun berencana untuk mentransformasi PT SMI menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI), PT SMI mendapat perluasan sektor yang dapat dibiayai, yaitu bukan hanya infrastruktur publik, tetapi juga infrastruktur sosial. Sektor-sektor tersebut diantaranya adalah jalan tol, jembatan, transportasi, minyak, gas, telekomunikasi, pengelolahan limbah, kelistrikan, irigasi, air minum, insfarastruktur sosial, efesiensi energi dan rolling stock kereta api. Lalu apa saja yang telah dilakukan PT SMI dalam pembangunan insfrastruktur telekomunikasi di Indonesia? Terhitung sampai saat ini PT SMI telah membangun lebih dari 52 ribu menara telekomunikasi serta melayani lebih dari 76 juta pengguna jasa telekomunikasi di seluruh Indonesia dan jaringan serat optik yang telah mencapai 2.700 KM. Berdasarkan pencapaian-pencapaian tersebut, PT SMI telah membuktikan bahwa pemerintah memang benar-benar ingin mengoptimalkan insfrastruktur telekomunikasi secara merata di Indonesia. Sehingga diharapkan melalui upaya-upaya yang telah dilakukan mampu mewujudkan cita-cita bangsa dengan akses telekomunikasi yang ada.


Share: