Kisah Inspiratif Abah Odil: Perjuangan Tanpa Batas Lelaki Tasikmalaya

Abah Odil (Tengah)
Kisah para pebisnis memang memiliki kisah perjuangan tersendiri dalam meraih kesuksesan, mulai dari jatuh bangunnya membangun usaha hingga berhasil meraih kesuksesan saat ini. Menjadi seorang pebisnis itu harus lah memilki keuletan yang tinggi, selalu berusaha dan pantang menyerah. Betul sekali, pernyataan tersebut patut lah kita berikan terhadap kisah Abah Odil kali ini. Beliau merupakan salah satu pebisnis di Indonesia yang telah mengalami berbagai macam usaha mulai jatuh bangun hingga banting stir supaya mendapat kehidupan yang lebih baik. Kini dengan restonya Bubur Ayam Abah Odil merupakan bukti nyata usaha dan kerja keras yang selama ini Abah Odil kembangkan. Omsetnya yang telah mencapai miliaran tiap tahun dan memiliki 9 cabang di kota Malang dan sekitarnya. Berikut merupakan sepak terjang Abah Odil bisa meraih kesuksesan hingga saat ini.

            Bubur Ayam Abah Odil merupakan salah satu kuliner yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Kini bubur ayam tersebut telah berkembang di Malang dan sekitarnya. Nama bubur ayam Abah Odil ini berasal dari nama putra dari pendirinya yaitu Abah Ate Rushendi atau Abah Odil. Nama tersebut diambil dari putra keempatnya bernama Abillah yang jika diselaraskan dengan logat sunda menjadi Odil. Supaya mudah pelafalannya dan diingat. Dibalik kisah perjuangan beliau dalam meraih kesiksesan pasti ada wanita hebat yang selalu mendukung secara tidak langsung. Iya Ibu Siswati, Istri dari Abah Odil yang selalu menemani beliau dalam tiap langkah perjuangan.
Kedua Menantu Abah Odil
            Berawal dari tahun 1994 M, beliau menaruh harapan kepada kota Malang sebagai tempat peruntungan selanjutnya. Sebelumnya beliau telah menjadi orang sukses di Pasuruan. Profesi beliau adalah kepala bidang produksi Tekstil, pekerjaan tersebut  membuat beliau bersama keluarganya hidup mapan. Dengan bekal ilmu yang pernah beliau dapatkan di ATP sebagai wawasan dasar dalam bekerja di bidang tekstil. Ternyata hidup mapan bukanlah mereka yang selalu bergelimangan harta dan tahta. Seketika itu pikiran dan hati Abah Odil mulai bertolak belakang atas apa yang beliau kerjakan saat itu. Semua kesibukan yang beliau kerjakan membuat beliau kehabisan waktu untuk mengisi jiwa rohani. Waktu beliau pun terbatas untuk mengikuti kajian keagamaan. Hati kecilnya pun berkata bahwa beliau ingin berwirausaha.

            Disinilah titik awal beliau untuk meninggalkan pekerjaan yang mapan dan memulai bisnis dari  nol. Semua bisnis beliau lakukan mulai dari berjualan es krim dan lain-lain. Namun tak kunjung membuat perkembangan. Disisi lain beliau pun senang karena bisa mengikuti kajian keagamaan di Masjid terdekat. Tercatat 21 kegagalan yang beliau alami ketika berbisnis. Pada akhirnya di tahun 2002 beliau pun memutuskan kembali ke pekerjaan yang dulu. Selang dua tahun beliau menjalani pekerjaan tekstil tersebut beliau pun kembali merasakan kegundahan yang dulu beliau rasakan, kenapa harus kembali ke pekerjaan tekstil sedangkan beliau sangat ingin berwirausaha dan bisa mengikuti kajian ilmu keagamaan. Mulai saat itu beliau pun kembali berbisnis.  Maka muncul lah resep dari kedua orang tua beliau untuk menjual bubur. Melihat warga Malang pada saat itu yang jarang mengonsumsi bubur sebagai menu sarapan, maka bubur ayam khas tasikmalaya itu dibuat menjadi menu utama bisnis kali ini. Dengan memadukannya dengan cita rasa orang Malang membuat bubur semakin nikmat untuk disantap.

            Hari pertama berjualan bubur dengan gerobak kelilingnya itu, membuat beliau maju mundur untuk bekerja. Melihat titik perjalanan beliau dahulu sebagai kepala produksi tetapi kali ini beliau harus mendorong gerobak keliling sebagai awal bisnisnya. Akhirnya terdapat satu teman mengaji beliau yang mau mendorong gerobak tersebut dan Abah Odil yang menyajikan bubur terhadap pelanggan. Tidak seberapa omset yang beliau dapatkan dalam sehari, pada hari pertama saja beliau mendapatkan omset sebanyak Rp.14.000,- per hari. Tak jarang beliau memberikan bubur itu secara Cuma-Cuma juga. Namun waktu terus berputar, dikit demi sedikit bubur ayam yang beliau jual makin diminati oleh warga Malang dan terus berkembang. Beliau pun tak tinggal diam, disamping berbisnis belau juga aktif mengikuti seminar-seminar entrepreneurship untuk mengembangkan kualitas bisnisnnya. Pada akhirnya Bubur Ayam Abah Odil dapat berkembang sukses hingga saat ini.
Bubur Ayam Abah Odil Cabang Suhat
            Tidak hanya itu saja beliau pun mendapat penghargaan sebagai Excecutive Entrepreneur of The Year di Hotel Noormans Semarang pada Tahun 2015. Penghargaan lainnya pun beliau dapatkan setelah itu. Tak hanya itu saja beliau pun sering mengikuti even-even di Malang sebagai wadah promosi seperti Malang Tempoe Doeloe dan lainnya. Sekarang Bubur Ayam Abah Odil bisa teman-teman nikmati di 9 cabang yang tesebar di Kota Malang dan Sekitarnya. Kalau teman-teman penasaran dengan ke sembilan cabang tersebut bisa klik Bubur Ayam Abah Odil.  Beliau pun terus mengeluarkan terobosan baru dengan menambah menu lainnya seperti nasi kuning, nasi uduk, nasi pecel dan lain-lain. Ditambah lagi dengan menjual makanan khas Sunda seperti Combro, Cireng dan lain-lain. Minuman khas Sunda juga tak lewat menjadi menu di Bubur Ayam ini mulai dari Bandrek, Bajigur dan lain-lain.
Kegiatan Abah Odil bersama rekan-rekan Blogger
            Mulai bulan Maret 2018 lalu, pihak Bubur Ayam Abah Odil pun membentangkan sayap bisnisnya ke aplikasi Online seperti Gofood, jadi teman-teman tak perlu khawatir karena bisa memesan langsung melalui aplikasi online tersebut. Hingga kini beliau pun telah memperkerjakan sekitar 50 karyawan yang tersebar di 9 titik bubur ayam Abah Odil di kota Malang. Beliau pun juga tidak ingin menikmati rezeki tersebut secara pribadi, ada rencana-rencana kedepan yang ingin beliau lakukan seperti membangun kemitraan, membuat pondok pesantren atau ladang amal lainnya dan membuka lapangan pekerjaan jika ada yang belum terpenuhi. Semua kisah tersebut pun beliau lakukan sebagai teladan bagi kita semua.
Piagam Penghargaan
            Demikianlah teman-teman bagaimana sepak terjang Abah Odil dalam membangun bisnisnya, sebuah sikap berani untuk  menginggalkan pekerjaan beliau yang mapan demi keinginan terdalam beliau untuk mengaji dan beriwirausaha. Mengalami jatuh bangun bertubi-tubi hingga bangkit lagi. Namun pada akhirnya, semua usaha, keuletan dan kegigihan yang beliau lakukan dahulu telah terbukti atas pencapaian yang beliau dapatkan hingga saat ini. Semoga kita semua bisa mengambil teladan dari kisah perjuangan beliau saat ini. Salam sukses untuk kita semua. Semoga bermanfaat. 

You Might Also Like

0 Comments

Top Categories