Kawah Ijen, Negeri diatas Awan

Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi wisata yang mendunia di Indonesia. Banyak dari wisatawan mancanegara berwisata ke Kawah Ijen hanya untuk melihat fenomena Blue Fire ini. Kita tahu Kawah Ijen memiliki fenomena api yang berwarna biru yang muncul secara alami dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kawah Ijen atau negeri diatas awan ini merupakan sebuah danau kawah yang berwarna biru tosca. Kawah Ijen terletak di puncak gunung Ijen dengan ketinggian 2443 meter dari atas permukaan laut. Saya pun berkesempatan untuk mendaki ke gunung ini.

  Pada tahun 2017 saya bersama teman-teman lainnya berkesempatan untuk mendaki gunung Ijen. Perjalanan berawal dari kota Malang dan kami pun memilih rute pendakian melalui Bondowoso. Tepat pada jam 01.00 WIB kami sampai di kaki gunung Ijen. Semua perlengkapan seperti jaket, masker, sarung tangan dan lain-lain telah kami siapkan. Bagi teman-teman yang mau kesini jangan lupa siapkan peralatan mendaki ya karena suhu udaranya yang dingin dan juga kalau sudah sampai di puncak Ijen bau gas belerang sangat menyengat jadi sebaiknya memakai masker supaya lebih aman. Kami pun membeli tiket masuk seharga Rp.5000,- per-orang pada hari biasa dan RP.7500,- per-orang pada akhir pekan.  Namun, pada saat itu pihak Kawah Ijen belum membolehkan untuk mendaki karena gas belerang yang sangat tinggi dan membahayakan para pendaki. Alhasil pendakian pun akan dibuka pada jam 03.00 WIB. Kami pun sempat putus asa karena kesempatan untuk melihat Blue Fire sangat kecil. Padahal Blue Fire sangat indah dilihat ketika pada saat gelap.

            Pintu Masuk telah dibuka, ratusan orang yang telah lama menunggu akhirnya masuk satu persatu ke jalur pendakian Kawah Ijen. Ketika berangkat di pagi hari semua yang terlihat gelap dan hanya ada cahaya lampu senter dimana-mana. Kami melangkah mengikuti jalur track yang telah disediakan menuju puncak. Sempat beberapa kali kelelahan pada akhirnya beristirahat sebentar di pinggir jalur. Kurang lebih sekitar dua jam perjalanan, pada akhirnya kami pun sampai di puncak Kawah Ijen. Yapp.. tujuan awal kami melihat Blue Fire pun tersampaikan walau pun hari semakin terang tetapi Blue Fire bisa kami lihat tetap membara dengan api birunya. Kami pun tak bisa melewatkan momen foto bersama blue fire ini. Tidak hanya itu saja kami juga bisa melihat sunrise yang indah dari ketinggian Kawah Ijen tersebut. Setelah kurang lebih satu jam diatas puncak kami memutuskan untuk turun. Saya pun tak sadar ternyata jalur perjalanan menuju puncak sangatlah indah di pagi hari. Pada saat perjalanan turun kami pun disuguhkan dengan pemandangan perbukitan, pepohonan dan pemandangan alam yang indah. Namun sayangnya beberapa kali saya melihat terdapat coretan-coretan tak bertanggung jawab di bebatuan dan juga sampah di beberapa tempat. Semoga para wisatawan dapat lebih cerdas lagi ketika mendaki supaya tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan alam.

Ada beberapa hal yang bisa kita temui ketika mendaki ke Kawah Ijen ini.

Blue Fire

Adanya Blue Fire atau api yang berwarna biru membuat Kawah Ijen semakin terkenal di kancah dunia. Fenomena ini sangat jarang ditemui bahkan hanya ada di Kawah Ijen ini dan di Selandia Baru. Maka tak jarang banyak wisatawan yang rela melintasi banyak negara untuk melihat Blue Fire ini.
mind8pro.blogspot.com



Jasa Angkut Orang

Melihat track pendakian yang cukup panjang dan lama, membuat sebagian orang kelelahan untuk mencapai puncak. Teman-teman bisa menggunakan jasa angkut orang ini. Dengan alat seperti gerobak kecil yang memanjang ini teman-teman bisa berbaring tidur dan bapak itu akan membawa sampai puncak atau pun kebawah. Jika teman-teman ingin menggunakan jasa ini bisa membayar sekitar Rp.800.000 per-orang bagi wisatawan lokal dan 1,2 juta bagi wisatawan asing. Jika hanya turun saja cukup membayar Rp.200.000 saja.
banyuwangi.merdeka.com

Penambang Belerang

Pada saat mendaki tak jarang kita akan bertemu dengan bapak-bapak yang membawa bongkahan belerang yang telah mengeras ke bawah gunung. Yap untuk sebagian orang Kawah Ijen menjadi profesi untuk mengangkut bongkahan Belerang tersebut kemudian menjualnya.
bbc.com

Oleh-oleh khas Kawah Ijen

Ketika sampai di pos-pos permberhentian teman-teman akan melihat banyak yang berjualan pernak-pernik ukiran yang terbuat dari bongkahan belerang, mulai dari gantungan kunci, asbak dan lain-lain. Jika tertarik teman-teman bisa membeli pernak-pernik tersebut.
wisataindo05.blogspot.com

Sunrise

Sunrise diatas gunung merupakan hal yang sangat indah untuk didokumentasikan. Dengan kamera HP seadanya saya gunakan untuk berfoto. Terdapat banyak orang juga yang mengantri untuk melihat Sunrise ini. Jika cuaca tidak mendung teman-teman pun bisa menyaksikan sunrise ini dengan jelas.





            Demikianlah catatan petualangan saya mengunjungi Kawah Ijen ini. Bagi temen-temen yang suka mendaki. Belum pas rasanya kalau belum mendaki ke Kawah Ijen ini. Pemandangan alam yang mempesona ditambah lagi dengan Blue Fire-nya yang luar biasa indah membuat Kawah Ijen ini menjadi daya tari tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Have a nice trip.

Share:

14 komentar:

  1. Wah mantap Gan. Sesekali travelling ke Sumbawa Barat Gan. Banyak destinasi wisatanya di sini Gan. ini salah satunya

    TRAVELLING YUK!

    BalasHapus
  2. Keren euy kawah ijen... Dan Foto"nya keren bgt... Cm liat di tv aja kl ada acara jejak petualang 😑

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. semoga di lain waktu bisa kesini kak

      Hapus
  3. Pengen juga main kesana bareng sama sobat menikmati sunset dan sunrise negri diatas awan, jadi moment kalau naik gunung

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener banget gan.. terima kasih sudah berkunjung

      Hapus
  4. Sayang gue gk jdi kesitu liburan kmrn. Blue fire nya itu loh! Kerenn! :(

    BalasHapus
  5. Wah, baru liat Kawah Ijen dari kejauhan.. Tepatnya di Kawah Wurung..
    Keren euy blue fire-nya..

    Semoga besok bisa ke sana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantappp.. terima kasih sudah berkunjung gan..

      Hapus
  6. Keren. Mendaki gunung memang butuh nyali dan sangat jarang ada yang berani melakukannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya gan.. terima kasih sudah berkunjung

      Hapus
  7. kemarin sepupuku baru dr sana, tp dia ga beruntung, krn blue firenya ga kliatan. tp mengingat usianya yg jauh di atasku, salit sih dia masih kuat naik k puncak :D. jd motivasi di aku juga utk naik ke kawah ijen ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sayang banget ya gak bisa liat blue firenyaa..

      Hapus