Telekomunikasi Sebagai Akses Pendidikan Millenial dalam Memajukan Perekonomian Indonesia

Berada di era globalisasi menuntut kita untuk tetap mengikuti perkembangan zaman supaya tidak tergerus dalam ketertinggalan dan mampu mengikuti kemajuan era digital. Telekomunikasi sangat berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial dan pendidikan. Internet yang kita kenal saat ini merupakan akses informasi terbesar di dunia yang mampu menjadikan segala informasi semakin cepat dan mudah. Maka hal tersebut bisa kita manfaatkan sebagai akses pembelajaran dalam dunia pendidikan. Lalu bagaimana peran pemerintah agar bisa menjadikan telekomunikasi sebagai media pendidikan yang bisa memajukan masyarakat secara merata? Apa yang harus masyarakat lakukan terhadap perkembangan teknologi supaya tidak menjadi gagap teknologi dan mampu mengikuti arus perkembangan zaman?.
www.baktikominfo.id

Telekomunikasi adalah tehnik pengiriman atau penyampaian pesan yang dapat dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Bisa dikatakan juga sebagai bentuk komunikasi yang dilakukan dengan jarak jauh. Bentuk-bentuk komunikasi itu seperti komunikasi Satu Arah (Simplex) yaitu pihak penerima dan pengirim tidak bisa saling berinteraksi dalam media yang sama seperti televisi, radio. Kemudian terdapat juga bentuk komunikasi dua arah (Duplex) yaitu penerima dan pengirim dapat saling berkomunikasi dalam satu media yang sama seperti telepon. Lalu bentuk komunikasi semi dua arah (Half Duplex) yaitu antara pengirim dan penerima dapat saling berkomunikasi secara begantian dalam satu media tetapi tetap saling berkesinambungan seperti Handy Talkie, Chat Room.[1]

Sistem pendidikan yang paling umum diterapkan di Indonesia adalah dengan berbasis sekolah yakni terdapat seorang guru dan siswa dengan media pembelajaran berupa buku-buku sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan. Lalu bagaimana peran telekomunikasi dalam bidang pendidikan di era millenial ini?. Sebelum saya menjelaskan hal tersebut mari kita lihat bagaimana upaya-upaya yang telah pemerintah lakukan dalam menyediakan infrastruktur telekomunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia. Dalam seminar ekonomi makro yang dilakukan pada tahun 2018 menteri Kominfo Rudiantara mengatakan akan segera mengoptimasi percepatan insfrastruktur telekomunikasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Sehingga ditargetkan pada tahun 2030 nanti rakyat Indonesia sudah bisa menghasilkan sebuah karya melalui telekomunikasi tersebut untuk memajukan perekonomian Indonesia. Sampai saat ini 80 ribu dari 262 ribu instansi pendidikan belum mendapat insfrastruktur telekomunikasi secara optimal. Padahal total 20% dari APBN akan digelontorkan oleh pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Diharapkan dengan upaya-upaya yang dilakukan dapat mendorong masyarakat lebih kreatif dan inovatif sehingga mampu mendongkrak perekonomian Indonesia mendatang.[2]

Lalu apakah sampai saat ini akses insfrastruktur telekomunikasi telah didapatkan secara merata? Masyarakat Indonesia daerah timur sampai saat ini masih terbilang harus membayar cukup mahal untuk mengakses internet dibandingkan dengan kawasan bagian barat. Pemerintah pun mengupayakan di tahun 2019 ini seluruh akses internet dapat dinikmati secara merata dengan tarif yang sama. Sehingga akan memudahkan akses teknologi, infomasi dan komunikasi di Indonesia. Diharapkan melalui percepatan dan optimasi insfrastruktur telekomunikasi secara merata ini mampu menciptakan sumber daya masyarakat yang berkompeten dan memiliki daya saing yang sama di kancah ASEAN.[3]

Lalu bagaimana upaya  pemerintah agar bisa melakukan percepatan insfrastruktur secara optimal. Menurut saya ada beberapa aspek yang harus dilakukan secara bersama dan berkesinambungan.

1.      Pemerintah Pusat
Seabagai naungan utama dalam memajukan insfrastruktur telekomunikasi, pemerintah harus benar-benar menargetkan Dana APBN yang digelontorkan agar sesuai dengan kebutuhan akses telekomunikasi di Indonesia. Sehingga semua perencanaan dan rancangan yang telah dibuat oleh pemerintah pusat dapat dilaksanakan tepat sasaran.
2.      Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah atau kepala desa harus mampu  menjalankan amanah yang diberikan di masing-masing daerah dalam rangka upaya percepatan akses telekomunikasi dan perkembangan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan. Contohnya adalah melakukan pelatihan-pelatihan dasar terhadap akses telekomunikasi  sehingga masyarakat bisa menggunakan insfrastruktur telekomunikasi secara tepat.
3.      Pendidik
Sebagai pendidik di era globalisasi ini, pendidik harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Meskipun kebanyakan pendidikan di Indonesia masih menggunakan pola mengajar yang konvensional tetapi juga harus memiliki kemampuan dasar dalam penggunaan akses telekomunikasi dalam pembelajaran sehingga para siswa tidak gagap teknologi dan memiliki wawasan yang luas terhadap perkembangan teknologi di Indonesia.
4.      Orang Tua
Melihat peran telekomunikasi sangat berpengaruh besar dalam bidang pendidikan. Orang tua juga dapat menfasilitasi anak dengan sarana telekomunikasi secara mandiri dan pengawasan orang tua. Menjadikannya sebagai akses pembelajaran sehingga anak mampu berfikir kreatif dan inovatif.
5.      Anak
Adanya telekomunikasi menjadikan anak lebih aktif dalam  pembelajaran sehingga anak memiliki pengetahuan yang luas dalam bidang pendidikan dan tentunya dalam pengawasan orang tua masing-masing.

            Perlu adanya kerja sama yang berkesinambungan antara pemerintah pusat dan daerah terkait rencana pembangunan insfrastruktur telekomunikasi dalam bidang pendidikan sehingga dana yang telah digelontorkan sesuai dengan kebutuhan dan terealisasi secara sempurna di masyarakat. Masyarakat juga mampu memanfaatkan insfrastruktur telekomunikasi dengan benar dan menjadikannya sebagai akses dalam memajukan perekonomian Indonesia. Dalam aspek pendidikan juga instansi pendidikan harus benar-benar dilengkapi dengan insfrastruktur telekomunikasi sebagai media pembelajaran sehingga siswa mampu berfikir cerdas dan kreatif. Sekolah diharapkan mampu menciptakan lulusan yang dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional dengan segala teknologi yang ada.

            Terlepas dari hal tersebut peran guru dan orang tua juga sangat penting akan akses telekomunikasi terhadap anak. Sehingga tujuan pembelajaran tercapai tepat sasaran. Guru memiliki kemampuan dalam mengakses telekomunikasi dan menjadikannya sebagai media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Peran orang tua juga sebagai fasilitator dan mengawasi anak dalam akses telekomunikasi sehingga terhindar dari pengaruh negatif dan mampu menfaatkan teknologi secara tepat.

www.ptsmi.co.id

             Bagaimana cara pemerintah mampu mewujudkan insfrastruktur telekomunikasi tersebut secara merata di Indonesia? Perlu adanya perencanaan dan langkah-langkah pasti supaya tak salah langkah dalam melakukan sebuah proyek besar. PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero merupakan perusahaan yang berperan aktif dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia, membantu persiapan proyek insfrastruktur baik dalam bentuk konsultasi maupun kerjasama pengembangan proyek bagi proyek-proyek pembangunan di Indonesia. Berdasarkan amanah yang diberikan kepada PT SMI agar terlaksananya percepatan pengembangan insfrastruktur dengan fokus Program Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan, baik swasta maupun multilateral.

            Pemerintah RI pun berencana untuk mentransformasi PT SMI menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI), PT SMI mendapat perluasan sektor yang dapat dibiayai, yaitu bukan hanya infrastruktur publik, tetapi juga infrastruktur sosial. Sektor-sektor tersebut diantaranya adalah jalan tol, jembatan, transportasi, minyak, gas, telekomunikasi, pengelolahan limbah, kelistrikan, irigasi, air minum, insfarastruktur sosial, efesiensi energi dan rolling stock kereta api. Lalu apa saja yang telah dilakukan PT SMI dalam pembangunan insfrastruktur telekomunikasi di Indonesia? Terhitung sampai saat ini PT SMI telah membangun lebih dari 52 ribu menara telekomunikasi serta melayani lebih dari 76 juta pengguna jasa telekomunikasi di seluruh Indonesia dan jaringan serat optik yang telah mencapai 2.700 KM. Berdasarkan pencapaian-pencapaian tersebut, PT SMI telah membuktikan bahwa pemerintah memang benar-benar ingin mengoptimalkan insfrastruktur telekomunikasi secara merata di Indonesia. Sehingga diharapkan melalui upaya-upaya yang telah dilakukan mampu mewujudkan cita-cita bangsa dengan akses telekomunikasi yang ada.[4]

Share:

2 komentar:

  1. Salam kunjungan dan follow :)

    BalasHapus
  2. numpang promote ya min ^^
    Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*E*W*A*P*K
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    BalasHapus