Resensi Novel Sunset Bersama Rosie Karya Tere Liye



Identitas Buku
Judul Novel : Sunset Bersama Rosie
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Mahaka Publishing
Halaman : 426
Cetakan kelima : April 2013

Sampul Buku

                            

Sinopsis Novel
            Novel yang berjudul Sunset Bersama Rosie karya Tere Liye ini adalah novel yang mengisahkan tentang romansa cinta segitiga antara Tegar, Rosie dan Sekar. Uniknya dalam novel ini penulis menggunakan nama-nama bunga dalam beberapa tokohnya seperti Lili, Anggrek, Sakura, Jasmine yang merupakan anak dari Rosie dan Nathan. Kisah ini sangat menarik karena tidak hanya menceritakan tentang raomansa percintaan saja tetapi juga tentang persahabatan, kesetiaan, komitmen, tanggung jawab, kesedihan dan kebahagiaan.

            Novel ini diawali tentang kehidupan Rosie dan suaminya Nathan, mereka memiliki anak yang bernama Anggrek, Sakura, Jasmine dan Lili. Nathan dan Rosie memiliki sahabat dekat yang bernama Tegar. Nathan bersahabat dengan Tegar sejak semasa kuliah sedangkan Rosie bersahabat dengan Tegar semenjak kecil. Dahulu pada saat liburan kuliah tiba, mereka bertiga memutuskan untuk mendaki Gunung Rinjani. Ini adalah momen dimana Tegar ingin mengungkapkan rasa cintanya kepada Rosie yang telah ia pendam selama 20 tahun. Beberapa saat sebelum mencapai puncak Tegar membiarkan Nathan dan Rosie mendaki terlebih dahulu sedangkan Tegar masih mengambil air sejenak di sumber air. Setelah Tegar mendaki ke puncak, ia terkejut mendengar ucapan Nathan yang mengungkapkan cintanya kepada Rosie terlebih dahulu. Tegar pun hancur, hal yang ia rencanakan kini telah sirna. Tanpa sepengetahuan Nathan dan Rosie, Tegar langsung turun tidak sanggup menyaksikan hal tersebut terjadi.

            Rosie dan Nathan memutuskan  untuk menikah, sedangkan Tegar menghilang dari kehidupan mereka dalam beberapa tahun. 6 tahun kemudian Rosie dan Nathan berhasil menemukan kediaman Tegar di Jakarta ia pun langsung mengunjunginya di Jakarta. Tegar yang terkejut melihat mereka sekeluarga datang ke apartemennya hingga tak dapat berkata apa-apa. Kenangan pahit selama 6 tahun lalu kini teringat kembali. Rosie memiliki anak yang bernama Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili. Anak-anak Rosie sangat menyayangi pamannya Tegar. Namun, Tegar kini telah mempunyai hidupnya yang baru, ia akan melupakan cintanya yang ia pendam selama 20 tahun itu dan akan menumbuhkan cinta yang baru. Iya minggu ini Tegar akan bertunangan dengan Sekar. Ia mencintai Sekar dengan pemahaman cinta yang baru. 

            Besok adalah hari dimana Nathan dan Rosie merayakan 13 tahun pernikahannya, ia bersama keluarga hadir dalam perayaan tersebut. Semua tampak haru dengan perayaan pernikahan tersebut. Kemudian Anak-anak Rosie menelepon lewat video online paman mereka yaitu paman Tegar untuk ikut berbicara dalam perayaan tersebut. Anak-anak pun berebut agar bisa menampakkan wajah mereka di kamera itu. Acara tersebut semakin haru ketika Sakura datang membawa beberapa kuntum bunga Mawar berwarna biru atas inisiatif paman Tegar. Semua tertawa, senang dan bahagia. Dikala sedang asyik mengobrol dengan paman mereka sesuatu hal terjadi hingga mampu merubah semuanya. Duaaarrrrrrr!!!! Bom di hotel tersebut meledak bergantian. Benar sekali. Rosie, Nathan dan Tegar merayakan hari jadi pernikahan itu pada saat peristiwa bom Bali itu terjadi. Semua terkejut, semua panik, semua hancur, berantakan, porak-poranda. Nathan berusaha melindungi anak-anaknya, Sakura terpental. Tiba-tiba kursi melayang kearah Nathan dan membentur kepalanya. Kamera video online itu terputus.

            Tegar panik, ia tak bisa diam. Saat itu juga ia memesan pesawat dan langsung menuju Bali untuk melihat kondisi Rosie, Nathan dan anak-anak mereka. Tegar pun rela mengabaikan hari pertunangannya esok, dan pergi ke Bali untuk memeriksa keadaan mereka. 4 jam kemudian ia sampai di Rumah Sakit dimana mereka di rawat. Rosie, Anggrek, Jasmine, dan Lili selamat dan hanya luka ringan. Sakura mengalami patah tulang dan sedang koma. Nathan, dia meninggal. Keesokan harinya Nathan dikebumikan di Gili Meno, Lombok tempat dimana ia dilahirkan. Anggrek, Sakura, Jasmine dan Lili kembali ke Resor Ibunya di Gili Terawangan. Sakura masih koma di rumah sakit Bali. Lalu bagaimana perasaan Rosie akan kepergian Nathan?.

            Ia bersedih, saking sedihnya hingga ia sampai kalap. Ia sempat mencoba bunuh diri, dan beberapa kali berubah menjadi setres membanting barang-barang, mengobrak-abrik ruangan hingga memukul anaknya sendiri. Melihat kondisi Rosie yang memburuk, Tegar pun memutuskan membawa Rosie ke Psikoterapi dokter Ayasa di Bali. Lalu bagaimana dengan pertunangan Tegar dan Sekar? keesokan harinya sekar menelepon Tegar yang sedang berada di Bali. Sekar mengingatkan Tegar akan pertunangan mereka. Tegar berkata ia tidak bisa bertunangan dengan Sekar hari itu, tapi Tegar berjanji akan menikahinya minggu depan. Melihat hal tersebut, Sekar tidak senang. Sekar tau kalau Rosie masih menjadi wanita idaman Tegar. Namun, Sekar tetap bersabar dan menunggu minggu depan. Melihat kondisi Rosie yang tak kunjung membaik dari Depresinya, membuat Tegar tak mampu meninggalkan anak-anak Rosie di Resor. Akhirnya Tegar menelepon Sekar bahwa ia tidak bisa bertunangan minggu depan atau mungkin dalam jangka waktu beberapa bulan. Tegar harus benar-benar menjaga anak-anak hingga Rosie benar-benar sembuh dari penyakitnya. Sekar semakin tak senang, walaupun Tegar telah berjanji akan menikahinya di waktu yang tepat nanti. Namun, Sekar tetap cemburu karena ia tahu dulu Tegar pernah menyimpan rasa terhadap Rosie.

            Selama dua tahun sudah Tegar berada di Resor Rosie, ia tidak bisa meninggalkan anak-anak setelah hal-hal berat terjadi kepada mereka mulai dari ayahnya yang meninggal dan ibunya yang depresi. Kini Tegar tidak hanya berperan sebagai Paman, tetapi juga sebagai Ayah, Ibu, Kakak, teman, supir dan lain-lain untuk anak-anak Rosie. Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili sangat dan amat menyayangi paman mereka itu, Tegar. Selama dua tahun juga lah ia sudah tak berbicara lagi dengan Sekar. Sekar selalu merasa tidak nyaman ditelepon, dan akhirnya Tegar tak pernah meneleponnya lagi selama itu. Rosie kini telah membaik dan sudah bisa pulang ke resor bersama anak-anaknya. Tegar juga memutuskan untuk bekerja dan tinggal di Resor Rosie  Gili Terawangan.

            Pada saat Tegar di Jakarta menyaksikan Sakura yang tampil memainkan biola di sebuah acara. Linda teman Sekar memaksa untuk menemui Tegar saat itu juga. Ia mengabari Tegar bahwa besok Sekar akan bertunangan. Bahwa Sekar akan bertunangan kepada orang yang sebenarnnya ia tidak cintai sama sekali. Karena selama dua tahun itu Sekar masih menyimpan cintanya untuk Tegar. Hati Tegar merasa bersalah, selama ini Sekar masih mencintainya, dan begitu juga dengan Tegar, ia mencintai Sekar dengan sepenuh hati. Pada saat itu juga Tegar langsung ke rumah Sekar dan memintanya untuk membatalkan pertunangan itu. Kemudian Tegar berjanji akan menikahi Sekar minggu depan setelah ia menjelaskan kepada Rosie dan anak-anak  terlebih dahulu.

            Lusa, ia menjelaskan kepada Rosie dan anak-anak. Mereka sedih, karena akan ditinggal oleh sosok paman yang begitu menyayangi mereka. Tapi apapun yang terjadi, Tegar harus kembali ke Jakarta melangsungkan pernikahan itu. Namun, tidak disangka-sangka selama ini Rosie ternyata juga mencintai Tegar tanpa sepengetahuan Tegar. Cinta Tegar kepada Rosie yang begitu besar membuat cinta Rosie tak begitu nampak pada Tegar. Kini Tegar menyadari semua itu, namun apa daya ia telah berjanji menikahi Sekar minggu ini dan tidak mau mengecewakannya lagi untuk kedua kalinya.

            Tibalah pernikahan tersebut, Tegar datang beriringan bersama Sekar meunju ruangan. Namun, tampak disana Rosie bersama anak-anaknya ikut hadir dalam acara pernikahan tersebut dengan wajah yang murung dan tertunduk. Disaat itu Lili datang menghampiri pamannya Tegar dan mengatakan bahwa ia ingin memanggil pamannya itu dengan sebutan Ayah. Rosie langsung mengambil Lili dan menariknya dengan wajah setengah bersedih. Sekar tak leluasa menahan sedih dan pada akhirnya Tegar menikah dengan Rosie sebagai ujung dari lika liku percintaannya.

Resensi Novel
            Novel ini sangat menarik dibaca karena mencerminkan fenomena kehidupan para remaja yang sering terjadi yaitu cinta segitiga. Dengan alur cerita maju mundur membuat cerita dalam novel ini semakin menarik. Pengarang pun mengemas konflik dengan ciamik sehingga jalan cerita sulit ditebak. Bahasa yang digunakan juga bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Uniknya lagi, beberapa tokoh yang ada dalam novel ini menggunakan nama-nama bunga seperti Anggrek, Sakura, Jasmine, Lili dan Rosie.

            Walaupun tak banyak tokoh yang dilibatkan dalam konflik yang diangkat dalam novel ini tetapi penulis mampu memusatkan inti masalah dalam novel ini terhadap pembaca. Kemudian penulis juga banyak menggunakan kalimat puitis sehingga inti cerita tak terlalu banyak disampaikan. Dalam tiap subjudul juga penulis tak sampai habis menceritakan sebuah konflik berhenti begitu saja dan dilanjutkan di subjudul berikutnya. Terlepas dari semua kekurangan yang ada, novel ini sangat menarik dibaca bagi para remaja karena konflik cerita yang diangkat mengenai problematika para remaja.

            Demikianlah  ulasan mengenai resensi novel yang berjudul Sunset Bersama Rosie karya Tere Liye ini. Dengan mengangkat tema cinta segitia ini membuat banyak diminati para pembaca terutama para remaja. Dengan bahasa yang ringan juga menjadikan para pembaca mudah memahami novel ini. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam novel tetapi keseluruhan novel ini mampu menarik banyak minta para pembacanya. Sekian dan selamat membaca.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar